Rabu, 26 Oktober 2016

PANDUAN TERBARU PENGGUNAAN KURIKULUM 2013

PANDUAN PENGGUNAAN KURIKULUM 2013
TERBARU


PERMENDIKBUD NO. 20 TAHUN 2016 TENTANG SKL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
PERMENDIKBUD NO. 21 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR ISI PENDIDIKAN DASAR DAN MENGENGAH
PERMENDIKBUD NO. 22 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
PERMENDIKBUD NO. 23 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
PERMENDIKBUD NO. 24 TAHUN 2016 TENTANG KI DAN KD PADA KURIKULUM 2013 PADA PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.


Yang mau cari format RPP, KI KD terbaru K13 dan lainnya dapat mendownload semua file di atas.

Terima kasih,
Semoga Bermanfaat.

Minggu, 08 Mei 2016

[THE LOST MEMORY] CHAPTER 9 - SLIGHT MEMORY

CHAPTER 9
SLIGHT MEMORY
            Sejak pertemuannya dengan Diana, Hilmi sadar dia tidak pernah memimpikan gadis kecil itu lagi. Namun malam itu, mimpi yang lebih buruk muncul. Ia bahkan tidak pernah terpikir akan memimpikan hal semacam itu.
            Dalam mimpinya, ia masih diusia sekolah dasar.Ia  berada di dalam mobil, wajahnya sangat gembira, ia tertawa bersama ayah dan ibunya,mendengar lelucon yang dilontarkan oleh ayahnya. Gadis kecil itu jga tertawa bersama mereka. Lalu tiba-tiba suasana menjadi sunyi senyap. Semuanya berhenti tertawa. Lalu ia mendengar ayahnya berkata dengan suara yang sangat pelan. “Maafkan kami, Hilmi.” Setelah mengatakannya, ayahnya menekan salah satu tombol yang ada di sebelah kemudinya. Seketika itu juga pintu mobil terbuka padahal mobil sedang melaju dengan kencang melewati jalan pegunungan. Ia menoleh ke arah pintu keluar, wajahnya berubah menjadi pucat. Seketika itu juga ia menoleh balik kearah gadis kecil di sampingnya namun gadis itu mendorongnya hingga tubuhnya terlempar ke luar mobil.
            “Hilmi, hilmi! Bangun!” Suara itu perlahan membawanya menuju kesadarannya. Ia perlahan membuka matanya dan merasakan tubuhnya yang basah dengan keringat. “Kau baik-baik saja? Apa kau bermimpi buruk?” Mendengar suara itu ia akhirnya kembali ke kesadarannya yang seutuhnya. Ia melihat wajah khawatir kakaknya. Dan mencoba mengangkat tubuhnya untuk bangun.
            “Kakak? Kau bilang tidak pulang ke rumah?” Tanya Hilmi heran.
            “Ah, Pekerjaannku selesai jam dua pagi, tapi aku memutuskan untuk pulang. Kalau tidak, siapa yang akan menyiapkan sarapanmu?” Penjelasan ringan itu tidak bisa sepenuhnya di terima oleh Hilmi. Namun ia tidak bisa lanjut bertanya apa lagi mengenai perkerjaan kakaknya. Ia sudah diperingatkan untuk tidak bertanya oleh kakaknya. Namun kakaknya sudah menjamin itu bukan pekerjaan berbahaya ataupun pekerjaan yang haram. “Aku sudah selesai menyiapkan sarapan, segeralah mandi dan berpakaian kemudian sarapan.” Hilmi melihat kakaknya menuju pintu kamar sambil mengatakannya.
            “Lain kali tidak perlu pulang kalau sudah lewat tengah malam. Kakak itu masih seorang perempuan. Tidak perlu mengkhawatirkan hal sepele seperti sarapan pagi.” Setelah mengatakannya Hilmi bangkit dari tempat tidurnya, mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi melewati kakaknya yang tidak bergerak setelah mendengar ucapan Hilmi.
Sebelum tiba di kamar mandi ia ingat shampoo yang baru dibelinya tertinggal di kamar. Sebelum sempat membuka pintu kamarnya ia mendengar seorang terisak dan menangis cukup kencang. Hilmi menghentikan langkahnya, ia tidak tau harus berbuat apa di depan kakaknya. Ini bukan pertama kalinya ia mendengar kakaknya mengangis sendirian. Namun setiap kali bertanya kakaknya hanya berkata “Aku hanya sedikit lelah. Jangan khawatir.” Sambil tersenyum dan mengusap air matanya. Berpikir jawabannya akan sama jika ia bertanya, Hilmi memutuskan untuk berbalik menuju kamar mandi tanpa mengambil samponya. Hari itu suasana sarapan pagi jadi terasa canggung bagi Hilmi. Pada akhirnya ia memilih untuk diam menghabiskan makanannya dan pergi ke sekolah.
             ***
            “Hilmi, bisa bicara sebentar? Berdua saja.” Tanya Diana. Jam istirahat itu seharusnya dihabiskan untuk mengisi kembali energinya yang telah dipakai untuk belajar. Hilmi sedikit terkejut dengan ajakan Diana. Pasalnya, kemarin mereka sama sekali tidak bisa berbicara. Dan Hilmi tidak menyangka Diana lebih dahulu mengajaknya bicara.
            “Oke” Hilmi berdiri dari kursinya.
“Oy, kau mau meninggalkanku makan sendirian?” Tanya Salman sedikit kesal.
“Maaf, sebentar saja. Duluan saja ke kantin, nanti aku menyusul.” Hilmi menepuk pundak Salman sambil tersenyum.
“Huuufth, apa boleh buat, jangan lama-lama ya!” Salman bangkit dan benjalan menuju kantin sedangkan Hilmi mengikuti langkah Diana.
Mereka berjalan tanpa sepatah katapun terlontar. Hingga akhirnya Diana menghentikan langkah kakinya di taman belakang gedung sekolah. Ia membalikkan badannya dan tersenyum dengan lebar. Sebuah kata keluar dari mulutnya. Ia menyebutkan nama seseorang yang membuat Hilmi benar-benar terkejut. Seluruh tubuhnya gemetar mengungkapkan perasaan takut yang amat besar.
Sebuah ingatan terlintas dalam benaknya. Ia melihat sebuah nametag bertuliskan “Dr. Reinhard” kemudian pandangannya tertuju pada wajah pemilik nametag itu namun sefokus apapun ia ingin melihat wajah itu dengan jelas, seakan ada sebuah dinding besar yang tidak tertembus dalam ingatannya sehingga wajah itu hanya terlihat buram. Kakinya tak sanggup menahan luapan emosi yangtiba-tiba saja keluar setelah mendengar nama itu. Hilmi akhirnya jatuh terduduk sambil memegangi kepalanya yang terasa nyeri tak terkira. Namun demikian ia berusahan untuk tetap menjaga kesadarannya. “Kalau aku hilang kesadaran saat ini, maka tidak ada lagi kesempatan kedua untuk menjaga ingatan yang akhirnya kembali. Tidak ada jaminan setelah kembali sadar ingatan ini tetap ada dan tidak menghilang lagi” – pikirnya.
Diana duduk di depan Hilmi, melihatnya dengan pandangan mengejek. “Bukankah ini yang selama ini kau mau? Ingatanmu, kau ingin semuanya kembali, iya kan?” Ia mengulurkan tangannya. Telapak tangannya menyentuh pipi Hilmi yang penuh dengan keringat karena menahan sakit dikepalanya. “Hilmi, aku akan membantumu mengembalikan semuanya. Ingatan bahagia… Ingatan menyedihkan… bahkan ingatan menakutkan yang ingin kau kubur selamanya.” Diana tersenyum kemudian berdiri. “Untuk hari ini sepertinya sudah cukup. Jiwamu mungkin tidak akan sanggup jika ada ingatan yang terbuka selanjutnya. Istirahatlah sebentar sampai kondisimu kembali seperti semula. Mereka bilang jika tiba-tiba ingatan yang hilang kembali seluruhnya, bisa terjadi kerusakan otak atau malah kau akan mengubur ingatan itu lebih dalam lagi. Besok kita akan bertemu lagi di tempat yang berbeda, aku akan beritahu lokasinya.” Ia berbalik dan pergi.

“Tu… tunggu” Suara paraunya tidak bisa menjangkau Diana. Hilmi berharap bisa mendengar lebih banyak tapi sepertinya Diana tidak ingin menjelaskan apapun.

===========================================================

Selamat membaca Minnasan ...... ^_^

Jumat, 06 Mei 2016

THE LOST MEMORY - CHAPTER 8

CHAPTER 8
ARGUING
            Pagi itu sarapan sudah terhidang di atas meja makan. Meja makan itu cukup lebar untuk menampung sepuluh orang.
            “Apa Diana belum bangun?” tanya Profesor Widianto yang juga ayah Diana kepada salah kepala pelayang yang berdiri di samping ayahnya.
            “Dia sudah berangkat” jawab kakek Diana sambil menyantap beberapa roti isi di hadapannya.
            “Pagi-pagi sudah berangkat ke mana? Dia bahkan melewatkan sarapan.” Tanya Profesor Widianto kepada ayanya. “Kau pikir kemana perginya anak tujuh belas tahun setiap pagi? Dia sudah pergi ke sekolah, aku sudah mendaftarkannya ke sekolah barunya kemarin lusa.” Jawab Kakek Diana. “Ayah mendaftarkannya kemana?” Saat menanyakannya wajah Profesor terlihat sangat cemas. “Dimana lagi? Tentu saja sekolah yang paling dekat dari sini. Itu akan jauh lebih aman kan?” jawab Kakek Diana.
            Brakk.. Profesor memukul meja makan di hadapannya seraya bangkit dari kursinya untuk melampiaskan kekesalannya. Ia menatap ayahnya dengan pandangan tajam. “Apa yang kau lakukan?” Teriak ayahnya kesal.  Profesor meninggikan nada bicaranya. “Kau tau itu lebih mmbahayakan Diana?” Tanya Profesor. “Bagaimana kalau mereka tau jika kedua anak itu satu sekolah? Diana akan dalam bahaya!” Profesor menggertakkan giginya. Ia benar-benar dikuasai oleh kemarahan.
            “Sudah cukup” Kakek Diana merendahkan suaranya untuk meredakan amarah anaknya itu. “Sudah saatnya kita menyerahkan semuanya pada mereka. Kita sudah terlalu lama melindungi mereka tanpa tau bahwa kita sebenarnya sudah menyakiti mereka.” Kakek Diana bangkit dari kursinya dan menuju ke depan jendela. “Kita hanya bisa berusaha sampai disini. Mereka harus menerima takdir mereka dan menghadapinya apapun yang terjadi. Kalau tidak permasalahan ini tidak akan pernah selesai.” Kata-kata itu terucap oleh Kakek Diana sambil memandangi langit biru di luar jendela.
            “Apa maksudmu, Diana tidak tahu apapun tentang itu. Dan aku tidak akan pernah membiarkannya tahu.” Perkataan anaknya itu membuat Kakek Diana terejut. “Sebagai seorang ayah aku tidak bisa membiarkan putriku dalam bahaya. Dan berhubungan dengan Hilmi akan membuatnya dalam keadaan bahaya. Ayah tau selama ini mereka selalu mengawasi Hilmi? Mereka benar-benar waspada dengan kembalinya ingatan bocah itu. Diana akan dalam bahaya jika ia bersama bocah itu saat ingatannya kembali. Aku sudah mengatakannya berkali-kali untuk tidak menemui bocah itu lagi meski aku tidak pernah memberitahu alasannya. Aku bahkan mengirimnya ke luar negeri. Semua itu untuk membuatnya aman. Tapi, setelah apa yang aku lakukan, kenapa ayah malah mengirimnya ke sekolah itu?” Profesor menaikkan nada bicaranya pada kalimat terakhirnya.
            “Berapa lama lagi kita harus menutup mata?” Kakek Diana membalikkan padannya menghadap anaknya yang dipenuhi dengan amarah. “Selama ini mereka selalu hidup dalam kebohongan. Anak laki-laki itu, kita berperan besar merekayasa masa lalunya, kita sudah membuang kenangan berharganya. Lalu Diana, kita sudah memisahkannya dari orang yang disayanginya, teman pertama yang ia dapatkan setelah bersusah payah. Aku mengerti rasa sakitnya karena aku menjaganya setiap hari dan selalu mendengarkan ceritanya. Kemarin kau bahkan terkejut ketika Diana berteriak padamu kan? Tapi itulah dirinya yang sebenarnya. Di depanmu dia berusaha mennjaga sikap dan emosinya karena ia menghormati dan menyayangimu. Karena ia yang paling tau penderitaanmu saat ibunya meninggal dunia.” Ucapannya terhenti ketika telepon genggam Professor berdering di saku celananya. Ia melihat wajah anaknya tertunduk memikirkan perkataannya hingga ia tak menyadari bunyi telepon genggamnya sendiri. “Teleponmu bordering, cepat angkat! Mungkin itu panggilan yang penting.” Berkat perkataan ayahnya, Professor menyadari suara handphonenya lalu ia mengangkatnya. Tak lama berbicara ia menutup telponnya. “Aku harus berangkat sekarang.”
Kata Profesor sambil meletakkan kembali handphone di saku celananya. Ayahnya mengangguk dengan senyum di wajahnya. Kemudian Profesor mengambbil tas nya dan berjalan pergi.
“Ah…” Suara ayahnya membuat langkahnya terhenti dan berbalik. “Aku sudah menceritakan semuanya pada Diana, dan dia cukup mengerti keadaannya. Dia tidak akan bertindak gegabah. Dia itu pintar dan kuat. Aku juga akan melindunginya dari belakang. Jadi kau tidak perlu khawatir.” Mendengar ucapan ayahnya Profesor terkejut lalu mendesah. “Aku mengerti. Kita bicarakan lagi nanti. Untuk saat ini aku akan melihat dulu perkembangannya.” Kemudian Profesor berlalu pergi.

Saat itu pria tua berumur tujuh puluh empat tahun itu merasa memenangkan adu argumentasi ini. Ia juga sudah memikirkan banyak hal hingga mengambil keputusan ini pikirnya. 

================================================================
Akhirnya bisa di post juga... ^_^
Sorry for long waiting....
Selamat membaca....

Minggu, 21 Februari 2016

THE LOST MEMORY [CHAPTER 7] NEW CLASSMATE

CHAPTER 7
NEW CLASSMATE
            Hari itu sepanjang perjalanan pulang Hilmi terus memikirkan pertemuannya dengan Diana hingga ia tiba di depan gerbang rumahnya. “Kau tau ini demi kebaikanmu! Suatu saat ia akan mengetahui segalanya, takdir apa yang seharusnya di milikinya, kalau terus begini, kau hanya membuatnya dalam bahaya!” Langkah Hilmi terhenti, ia melihat laki-laki didepan pintu rumahnya bersama kakaknya. Laki-laki itu berbicara penuh dengan kekesalan seakan menimpahkan semua kesalahan pada kakaknya namun kakaknya hanya berpaling, tertunduk dan tidak mampu melihat wajah lelaki itu. Alisnya mengerut menahan agar air matanya tidak sampai menetes.
            Hilmi berlari menghampiri keduanya. “Kakak, kau baik-baik saja?” Kakaknya menoleh dan terkejut melihat Hilmi. Laki-laki itupun menoleh ke arah Hilmi. “Kita sambung pembicaraan ini nanti. Untuk sekarang aku akan kembali.” Laki-laki itu melihat wajah kakak Hilmi kemudian berbalik dan pergi.
***
            Kajadian kemarin masih membuat Hilmi bertanya-tanya. Namun kemarin ia tidak bisa menanyakan apapun mengenai laki-laki itu karena kakaknya langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu. Pagi ini pun kakaknya bahkan sudah berangkat kerja sebelum Hilmi bangun. Sarapan sudah tersedia di atas meja makan beserta memo yang ditinggalkan kakaknya
Habiskan sarapanmu sebelum berangkat, aku ada pekerjaan mendadak malam ini mungkin tidak bisa pulang ke rumah.
            “Ini pertama kalinya kakak tidak pulang ke rumah karena pekerjaan” gumam Hilmi. Tanpa pikir panjang ia menghabiskan makanannya, mengunci pintu dan berangkat ke sekolah.
***
            Hilmi berjalan di lorong sekolah, ia tiba lima menit sebelum bel berbunyi. Ia tersentak ketika seseorang tiba-tiba merangkulkan tangannya ke pundaknya. “Pagi...” Wajah itu cemerlang seperti biasanya, senyum lebarnya setiap pagi selalu menambah semangat Hilmi di pagi hari. Hilmi membalas sapaan salman dengan senyum.
            “Oo.... Sepertinya ada seseorang yang sedang bahagia? Apa ada kabar bagus?” Salman menggoda Hilmi.
            “Mau dengar?” tanya Hilmi. Mendengar ucapan Hilmi, Salman jadi semakin penasaran dan ia pun menganggukkan kepalanya tanpa ragu lalu tersenyum lebar. Pagi itu Hilmi menceritakan pertemuannya dengan Diana. “Jadi, kau dapat alamatnya? Nomor telponnya?” tanya Salman. Hilmi terdiam sambil mengusap-ngusap kepalanya. “Jangan-jangan cuma tahu namanya saja?” tegas Salman.
            “Kita baru saja bertemu mana bisa –“ perkataan Hilmi terpotong ketika mendengar bel berbunyi. Pak Wahyu wali kelas mereka masuk ke kelas dan ketua kelas menyiapkan. Selesai menjawab salam siswa-siswanya, Pak Wahyu memberikan pengumuman.
            “Anak-anak, hari ini kita kedatangan siswi baru. Silahkan masuk!” Seorang anak perempuan berambut hitam panjang masuk. Alis mata Salman terangkat seketika ketika melihat gadis yang berjalan masuk tersebut.
            “Hey, bukankah dia orangnya?” tanya Salman sambil berbisik kepada Hilmi. Hilmi hanya mengangguk, wajah keterkejutannya dapat dilihat dengan jelas oleh Salman.
“Silahkan perkenalkan diri!” Ucap Pak Wahyu.
            “Aku Diana Yulia Widianto, panggil saja Diana. Salam kenal” Diana mengakhiri perkenalannya dengan senyum.
            “Diana tinggal di Amerika selama empat tahun. Dan tahun ini ia baru kembali dari Amerika. Semuanya, bertemanbaiklah dengan Diana!” Pak Wahyu tersenyum kepada seluruh siswanya. “Diana, kau bisa duduk di kursi kosong di belakang.” Ujar Pak Wahyu.
            Diana berjalan menuju kursi kosong di belakang, masih ada satu kursi di belakang Diana. Di sana seorang laki-laki memperhatikannya sampai ia tiba di kursinya. Salman tesenyum sambil menopang dagunya dengan tangan kirinya. “Salman, salam kenal” Salman menyodorkan tangan kanannya untuk berjabat tangan. Diana pun menanggapi Salman dengan menjabat tangannya dan tersenyum. Di pojok belakang, Diana melihat Hilmi yang sedang memperhatikannya. Tanpa berkata apapun Diana segera berbalik dan duduk di kursinya.
                 Saat istirahat siang Diana sudah dikerubungi oleh teman-teman sekelasnya. Pada akhirnya, hari itu ia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Diana.
=================================================================================
BERSAMBUNG

Maaf telat update, harusnya kemarin tapi ga sempat hehe....
Chapter 8 nanti akan sedikit menguak masa lalu ditunggu ya....

Untuk Update selanjutnya mungkin akan terlambat beberapa hari

Ada deadline cerpen yang mau dikirim untuk lombanya Asma Nadia. berhubung batas pengumpulan akhirnya tanggal 26 Februari dan cerpennya masih dalam proses jadi aku mau fokus untuk menyelesaikan cerpen.

Mohon do'anya supaya cerpennya sukses ya... ^_^

Salam Hangat
D_Tantri

Minggu, 14 Februari 2016

THE LOST MEMORY - CHAPTER 6

CHAPTER 6
DIANA
            Diana bersama keenam bodyguard nya akhirnya tiba di rumah. Rumah itu memiliki pagar yang jauh dari pintu masuk rumahnya. Halaman rumah yang sangat luas itu dikelilingi oleh rerumputan dan bunga-bunga yang tertata rapi. Terdapat air mancur di tengah-tengah halaman rumah. Pintu pagar dibuka oleh satpam kemudian dua mobil masuk kedalamnya. Di depan pintu masuk Diana disambut dengan beberapa pelayan rumah dan kepala pelayan berdiri di tengah-tengah. Pria berumur enam puluh tahunan itu menyambut Diana dengan ucapan selamat datang. Diana membalas dengan senyum.
            “Tuan besar sudah menunggu anda di ruang keluarga, ia ingin langsung menemui anda.” Diana berjalan menuju ruang keluarga dan melihat ayahnya sedang duduk santai menekan-nekan tombol remot TV. Rasa rindu yang dirasakan Diana selama sebulan terakhir akhirnya bisa terbalaskan. Ia melingkarkan tangannya di pundak ayahnya dan memejamkan matanya, merasakan kehangatan tubuh ayah yang sangat ia sayangi.
            “Kau sudah kembali?” kata ayah Diana yang masih menekan-nekan remot TV.
            “Mmm..” Diana mengangguk. “Aku merindukan Ayah” Diana mempererat pelukannya.
            “Kalau merindukan ayah kenapa tidak langsung kembali ke rumah setelah sampai di Jakarta? Kau bahkan membuat masalah sampai dibawa ke kantor polisi.” Mendengar perkataan ayahnya, Diana kaget, membuka matanya dan melepaskan pelukan ayahnya.
            “Bagaimana kau bisa sampai berurusan dengan polisi?” Ayah Diana mengatakannya dengan wajah datar. Raut wajah Diana berubah menjadi sedih. Entah apa yang membuatnya ingin menangis. Namun ia tahu bahwa sangat mengkhawatirkannya. Mengingat hak itu Diana berusaha tetap tersenyum.
            “Mmm” Diana mengangguk mengiyakan perkataan ayahnya. “Aku sedikit membuat masalah. Ayah mau dengar ceritaku?” Diana berjalan ke depan sofa dan duduk di samping ayahnya. “Saat tiba dibandara aku menerima telepon dari Azura, ia bilang butuh bantuan. Saat itu suaranya gemetaran dan aku tahu terjadi sesuatu yang buruk. Akhirnya aku datang kerumahnya. Di sana tidak ada seorangpun kecuali Azura, saat aku memasuki rumahnya, rumahnya berantakan tidak karuan. Azura saat hanya duduk di pojok rumahnya, wajahnya pucat dan gemetaran. Aku menunggunya tenang dan akirnya ia menceritakan segalanya.” Jelas Diana
            “Apa yang dikatakannya?” tanya ayahnya.
            “Ia melihat seseorang mengobrak-abrik seisi rumahnya, mereka sepertinya mencari sesuatu. Diana hanya melihat dari luar jendela, orang-orang itu untungnya tidak melihat Diana, malam itu Azura keluar sebentar menuju minimarket dan saat sampai dirumahnya ia melihat semua kejadian itu. Kami langsung melapor polisi dan harus mengikuti serangkian interogasi. Orang tuanya baru bisa kembali besok sorenya. Karena itu aku menemaninya sampai orang tuanya kembali.” Jelas Diana.
            “Tapi ayah, ada yang aneh.” Lanjut Diana. “Tak ada satupun barang dirumahnya yang hilang, sepertinya mereka bukan pencuri biasa yang mengincar uang atau perhiasan. Mungkin mereka punya tu—“ Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Diana melihat ayahnya meletakkan remot TV di atas meja dan berdiri.
            “Jangan terlalu banyak ikut campur masalah orang lain, berapa kali aku haus mengatakannya padamu?” Saat mendengar ucapan itu, Diana melihat wajah ayahnya yang berubah menjadi sangat serius. “Sebaiknya kau istirahat” saran ayahnya sambil berpaling menjauh darisofa dan berjalan menuju ruang kerjanya. Genggaman tangan Diana semakin kencang menahan rasa marahnya namun rasa marah itu sudah mencapai titik di mana ia tidak dapat menahannya lagi. Kepalanya tertunduk, air matanya menetes, ia mengigit bibirnya.
            “AZURA...—“ Ia berteriak hingga seisi rumah mendengarnya, ayahnya berhenti. “Azura adalah sahabat yang selalu bersamaku bahkan saat ayah dan ibu tidak pernah sedikitpun peduli padaku. Bagaimana bisa ayah bilang tidak perlu ikut campur saat ia sedang dalam masalah? Saat aku melihatnya duduk gemetaran di pojok ruangan, aku teringat diriku yang dulu. Aku yang tidak berdaya dan tidak ada seorangpun di sana yang bisa aku minta pertolongan.” Air matanya semakin deras menetes, Diana berusaha mengontrol emosinya dan melanjutkan ucapannya. “Bahkan ayah dan ibu.” Ucapan itu dilanjutkan dengan suara yang jauh lebih pelan seakan ia ingin ayahnya tidak mendengarnya namun ia juga ingin ayahnya mendengarnya.
Diana bangkit dari sofa dan berlari menuju kamarnya. Ia membanting pintu dan melemparkan diri ke tempat tidurnya. Tangisannya ia lanjutkan hingga seluruh perasaannya terluapkan. Saat emosinya mulai stabil ia mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya. Diana bahkan terlalu malas untuk bergerak saat itu.
“Kau sudah tenang? Besok pagi aku ingin melihat wajah cucuku yang ceria seperti biasanya, jadi malam ini kau bisa menangis sepuasnya.” Ucapan kakeknya membuat Diana ingin menangis lebih lama namun ia begitu lelah hingga tak lama ia tertidur.
==================================================================
BERSAMBUNG

Chapter 6 ini kisahnya lebih panjang, untuk perkenalan siapa Diana dan bagaiman wataknya saya rasa chapter 6 sudah mewakili.
Penulis akan hiatus lagi selama dua minggu karena harus menyelesaikan tugas kuliahnya dan tugas pekerjaannya....
Bearti Update chapter 7 mungkin sekitar tanggal 28 Februari....
Mohon maaf apabila ada salah pengetikan dalam ceritanya.
Terima kasih buat yang sudah menyempatkan diri membaca... ^_^

Rabu, 10 Februari 2016

CHAPTER 5 [THE LOST MEMORY]

CHAPTER 5
HER ANSWER
            Diana menarik napas panjang dan menghembuskannya. Kemudian ia tersenyum kepada Hilmi dan akhirnya membuka suaranya. “Ini pertama kalinya kita saling memberikan nama.” jelas Diana. Hilmi menurunkan keseriusan wajahnya, ia menyadari dari sekian banyak wanita, bagaimana ia bisa sangat yakin bahwa gadis didepannya adalah gadis kecil yang ada di mimpinya. “Lagipula itu hanya sebuah mimpi, wajah gadis kecil itu hanya bisa kulihat didalam mimpi secara samar, bodohnya aku menanggapi ini dengan terlalu serius” pikir Hilmi.
            “Ah... Maaf, aku pikir kau mirip dengan seorang gadis kecil yang pernah kulihat” tak sengaja Hilmi mengutarakan hal itu hingga membuat Diana heran. “Hah? Gadis kecil? Aku tidak punya adik, lagipula mengatakan wajahku mirip seperti seorang anak kecil itu tidak sopan.” Nada suara Diana setengah marah, wajahnya menandakan bahwa ia kesal dengan perkataan Hilmi.
“Eh, bukan maksudku –“ Hilmi berusaha menjelaskan
“Haah... sudahlah” Diana melihat jam tangannya dan ia terkejut, “Maaf, sudah waktunya kembali, Hilmi, terima kasih banyak sudah menolongku” Diana tersenyum sambil berlari menjauh. Hilmi hanya bisa melihat rambut panjang lurus Diana yang mengayun sembari ia berjalan menjauh.
***
Diana berlari cukup jauh, merasa ia sudah jauh dari jarak pandang Hilmi, sekarang ia hanya berjalan biasa di trotoar mengikuti kecepatan pejalan kaki yang lainnya. Diana menurunkan kecepatannya dan menghela napas panjang,. “Kita memang baru pertama kali saling berkenalan, jadi aku tidak berbohong” pikirnya. Tanpa sadar Diana tersenyum, “Senangnya bisa bertemu”. “Tapi masih belum saatnya, sepertinya segel ingatannya sudah tidak akan bertahan lama” Diana bergumam sendiri sambil berjalan.
Tenggelam dalam pikirannya, Diana tidak sadar tiga orang pria yang mngejarnya tadi sudah ada di depannya dan tiga orang lagi berdiri di belakannya.”Ahh... aku tertangkap” ia mengeluh setengah berteriak.
“Nona, ayo sudahi saja kejar-kejarannya dan ikut kami kembali ke rumah!” bujuk pria yang tinggi dan berkumis.

“Oke, tapi sebelum pulang ayo kita makan Ice Cream! Aku akan traktir kalian karena sudah bekerja dengan baik hari ini” Diana tersenyum ramah, senyumannya membuat mereka tidak bisa menolak dan mereka masuk ke kafe untuk menikmati es krim.
================================================================
BERSAMBUNG
Chapter lima agak lebih sesikit dari yang lain karena ini jadi antiklimaks dari cahpter sebelumnya, Enjoy the story.... ^_^ oh iya, Chapter 6 akan rilis di hari Minggu 14 Februari 2016.
Aku pingin banget membuat karakter yang kuat dari Hilmi dan Diana tapi belum tau deh hasilnya. Ikuti terus ya....
Salam Penulis.

Minggu, 24 Januari 2016

DETECTIVE CONAN MOVIE 20 [THE DARKEST NIGHTMARE]

The Twentieth Movie Of Case Closed is The Darkest Nightmare.




Yosh...
yang kangen sama perseteruan detektif cilik kita dengan Black Organisation ga boleh sampai melewatkan movie yang satu ini.
Dari teaser-teaser yang sudah beredar di youtube, kamu bisa tau kalau movie ini bakalan seru dan memiliki banyak adengan action. Anggota Black Organisation akan muncul dengan lengkap mulai dari yang sejak dulu kita kenalseperti Gin dan Vodka juga Vermouth hingga Bourbon yang baru saja muncul. Keseruan juga akan ditambah dengan hadirnya reken-rekan FBI mulai bu guru Jodie, Mr. James Black serta agen camel. Dan kali ini akan ada kemunculan Shuici Akai yang tidak lai bergerak di belakang layar seperti pada Movie 18.

Menurut yang saya dapat tangkap dari Wikipedia alurnya seperti ini.

Seorang mata-mata menyusup kedalam kepolisian nasional Jepang untuk mengambil File Rahasia yang berkaitan dengan MI6 Inggris, BND Jerman juga CIA dan FBI Amerika. Kemudian terjadilah kejar-kejaran antara mata-mata itu dengan kepolisisan Jepang yang saat itu bersama Tooru Amuro. Di tengahperistiwa kejar-kejaran itu, kendaraan si pelaku bertabrakan dengan kendaraan Shuici Akai. Hari berikutnya,di aquarium daerah Tokyo yang memiliki kincir ria, Geng Detektif cilik bersama Conan dan Haibara menemukan seorang wanita dengan heterochromia irish (warna mata yang berbeda antara kanan dan kiri) yang kehilangan ingatan serta ponselnya rusak. Conan dan kawan-kawan memutuskan untuk menolong wanitaitu menemukan ingatannya kembali, namun tanpadisangka-sangka ternyata Vermouth mengintai semua pergerakan mereka.

Yap... setidaknya itulah segelintir kisah pembuka untuk Movie 20. karena cerita melibatkan file rahasia agen-agen rahasia dunia maka kisah ini pasti akan jadi menarik. Ga sabar nunggu aksi Conan di movie yang ini, Fell Romancenya dapet ga ya dengan banyak adegan aksi? Semoga movienya ga mengecewakan. 

Movie 20 ini dijadwalkan akan tayang 16 April 2016 di Theater Jepang, Mimin benar-benar mengharapkan DC Movie 20 ini bisa ditayangkan di bioskop Indonesia, Kalau enggak ya harus nunggu sampai akhir tahun atau bahkan awal tahun depan baru bisa nonton yang subtitle Indonesia.

Hayuu yang mau liat trailernya... tapi belum ada yang ber subtitle...

Trailer Pertama

Trailer Kedua

Pokoknya tunggulah dengan sabar...

Salam Hangat



D_Tantri

Anime Winter Ini yang Sedang Saya Ikuti... CheckThis Out! [PART 1]

Hello Winter....
Musim dingin negeri sakura sudah berlangsung hampir satu bulan yaah....
Anime musim dingin pun sudah rata-rata mencapai 3 episode. Sekarang mimin mau berbagi keseruan anime winter yang sedang mimin ikutin niih....
Yuk ngobrol soal anime winter ini, kalau ada yang punya pendapat berbeda boleh di komen...

1. Akagami No Shirayukihime Season 2 

Ichi-ban , Akagami No Shirayukihime Season 2 alias Snow White With The Red Hair...
Kisah romance yang paling mimin suka, setiap ada adegan mereka berdua selalu bikin tokidoki... hehe.... Season 2 sudah digembar gemborkan seja masuk musim gugur,pas dengar kabarnya langsung ga sabar dehpengen liat Zen dan Shirayuki lagi. Walaupun ngikutin manga (komik) online nya tapi feel-nya sama sekali beda dengan nonton animenya.

Dari dua episode yang sudah berjalan, kali ini permasalahan yang muncul adalah Shirayuki yang ditugaskan sama Pangeran Izana (Kakaknya Zen) untuk jadi duta Kerajaan ke Tanbarun, kampung halamannya sendiri. Agak ragu apa kemunculan Zen di Season ini cuma sedikit? Hm... padahal pinginnya lebih banyak lagi hehe....

So mimin akan terus mengikuti Snow White berambut merah ini sampai selesai...

2. Saijaku Muhai no Bahamut 

So, bisa terlihat dari gambarnya bahwa anime ini bergenre HAREM, yap tokoh cowoknya tunggal dan dikelilingi banyak cewek, hmm... kenapa nonton harem? Bagi mimin bukan haremnya yang jadi masalah, tapi kualitas ceritanya. Kalau ceritanya menarik kenapa enggak?

Saijaku Muhai no Bahamut alias Undefeated Bahamut adalah kisah tentang seorang pangeran dari kerajaan lama yang sudah hancur dengan seorang puteri dari kerajaan baru yang sekarang sudah menjadi ratu setelah ayahnya meninggal. Dimanakah letak ketertarikan mimin? Setelah menonton episode 2 mimin akhirnya memutuskan untuk melanjutkan menonton kisahnya.

DI episode 2 terkuak bahwa Kesatria Hitam (kesatria tunggal yang menghancurkan kerajaan lama) adalah sang pangeran sendiri dan Sang ratu muda juga punya masalahnya sendiri. Dia pernah ditawan oleh para prajurit kerajaan lama dan di perutnya terdapat tanda kekaisaran kerajaan lama yang masih berbekas hingga sekarang sehingga ia merasa tidak layak untuk menjadi seorang ratu.

Bagi kamu yang sudah baca versi manganya pasti sudah tau kisahnya, tapi karena mimin lebih suka nonton anime dari baca membaca manga jadi sudah diputuskan untu menontonnya episode demi episode.

3. Ao No Kanata No Four Rhytm

Selanjutnya Ao no Kanata no Four Rhytm alias Four Rhytm Accros The Blue.
Hmm... gimana ya, liat sepatu yang bisa bikin kita terbang itu rasanya gimana... gitu.....
Anime ini mengusung tema Sports bedanya ya diatas langit dengan sepatu terbangnya itu.

Meski dilihat di posternya semuanya wanita, tapi tokoh utamanya laki-laki, seorang laki-laki yang sangat berbakat dalam olah raga Flying Circus ini, tapi karena suatu sebab di masa lalu ia menundurkan diri dari olah raga ini. kehadiran Haruka Kurashina telah membuatnya kembali lagi ke olah raga yang pernah ia tinggalkan ini.

So, animasinya bagus kisahnya potensial jadi ditunggu kelanjutannya ya...

4. Norn9: Norn+Nonet
Dunia yang dipenuhi cowok-cowok ganteng versi anime tentunya, Norn9. Meski gambar semuanya wajah laki-laki namun ada 4 karakter perempuan di anime ini. 
Anime yang originalnya dari game ini berhasil mencuri perhatian mimin dan mungkin kamu..
Habisnya latarnya yang tidak biasa juga alur ceritanya menarik, kalau ingin tau alur sebenarnya mungkin bisa dicari di mbah google ada pemaparan gamblang mengenai rute-rute dalam gamenya.
Tapi anime dan game itu dua hal yang berbeda. Mesku mungkin nantinya kisahnya sama.

Sebuah kapal mengapung diatas langit. Bukan bentuk kapal yang kalian bayangkan lebih seperti sebuah planet kecil yang dikelilingi satelit. Kenapa disebut kapal? Benda bulat itu melayang diatas langit dan melakukan perjalanan. Mereka semua tinggal di dalam kapal itu, hidup secara mandiri, mereka berbagi tugas pekerjaan mulai dari menanam, memasah dan lain-lain. Masing-masing orang memiliki kekuatan khusus.Peraturan di dalam kapal itu adalah tidak boleh bertanya tentang kemampuan khusus dan masa lalu masing-masing sehingga rasa saling tidak percayapun muncul diantara mereka. Apalagi kapal tersebut sering diserang oleh orang tidak dikenal dan tujuan kemana perginya kapal tersebut masih jadi misteri. Pokoknya banyak misteri yang masih tersimpan di dalam kapal tersebut.

Apa ya daya tariknya? Hmm... Selain wajah para laki-laki tampan itu yang jelas kemampuan khususnya hehe... efek saat akan mengeluarkan kemampuan khususnya bagus banget... dan kemampuan khusus setiap orang juga berbeda-beda. Jadi, yang belum nonton Norn9 ayo download animenya ...

5. Boku Dake ga Inai Machi


Awalnya mimin sama sekali tidak tertarik menonton saat liat posternya. Tapi setelah memberanikan diri menonton episode 1 akhirnya anime ini bisa membuat mimin jatuh hati. Time travel yang diusung cerita ini benar-benar tidak biasa. Bukan dengan mesin waktu seperti halnya Steisn Gate tapi ini murni sebuah kemampuan supranatural. Dan baru saja mimin tau kalau anime ini diadaptasi dari manga dan sudah punya LiveAction, karena mimin belum lihat keduanya jadi nonton aminenya dulu saja.

Heronya seorang laki-laki berusia 26 tahun yang punya kemampuan kembali beberapa menit ke masalalu jika sesuatu yang buruk akan terjadi. Setiap kali ia kembali, selalu dapat mencegah hal buruk itu terjadi. Tapi selalu ada dampak negatif terhadap dirinya. Suatu ketika, suatu kejadian menyebabkan ibunya dibunuh oleh seseorang karena ibunya hampir saja menyaksikan aksi penculikan namun sang pelaku mengurungkan niatnya karena merasa diawasi. Melihat ibunya telah terbunuh, ia berusah mencari pertolongan namun tangannya yang telah bersimbah darah saat keluar dari rumahnya membuat tetangganya curiga, seketika itu juga polisi pun datang dan mengejarnya.
Saat itu ketika tersadar ia sudah berada di masalalu kembali kekelas 5 SD. Ia pun mengerti kalau itulah awal mula ia bisa menyelamatkan nyawa ibunya sekaligus menyelamatkan nyawa teman sekelasnya yang pernah diculik dan meninggal. Berhasilkan ia melakukannya?

Mimin masih belum tau, mungkin yang sudah baca manganya tau. Tapi sementara simpan untuk sendiri dulu saj okey... hehe....

Apa yang menarik? Hmm... buaat mimin time travel itu sendiri menarik, lalu peran Kayo yang misterius,seorang anak yang baru 10 tahun punya pemikiran dewasa karena perlakuan ibunya juga menarik. Tragedinya dapet, slice of life nya juga. Apalagi hubungan manis antara dua tokoh utamanya itu looh.... Ga sabar pingin nonton lanjutannya...

Ini baru PART 1 sisnya mimin post past lagi waktu senggang nanti ya...
Kalau ada yang kalian suka juga boleh di share disini...

Salam Hangat,


D_Tantri

Rabu, 20 Januari 2016

[Chapter 4] THE LOST MEMORY

CHAPTER 4
WHO ARE YOU?
Hari itu sekolah hanya setengah hari karena semua guru akan mengadakan rapat. Salman hari itu tidak pulang bersama Hilmi karena sudah ada janji dengan keluarganya. Akhirnya Hilmi pulang sendirian dari sekolah. Di tengah perjalanan ia berhenti sembentar untuk membeli minuman dingin. Ia masih harus berjalan beberapa blok lagi. Ia duduk sebentar di kursi sebelah toko kelontong tersebut untuk menikmati minumannya.
Hilmi terperanjat ketika melihat wajah gadis yang tak asing berlari kearahnya. Sekelompok orang berbaju hitam mengejarnya. Itu gadis yang ditemuinya di pasar pikirnya. Hilmi menarik tangan gadis itu dan bersembunyi di dalam toko kelontong tempatnya membeli minuman. Gadis itu melihat wajah Hilmi dengan terbelalak. Seketika itu juga Hilmi mengeluarkan telunjuknya dan menempelkan ke mulutnya sendiri “Sssttt…..” Gadis itu hanya bias diam. Hingga akhirnya mereka melihat orang-orang bersetelan jas hitam itu berlalu dan tidak menyadari keberadaan mereka.
“Aku akan lihat keadaan sebentar, kau tetaplah disini” Hilmi keluar melihat kekanan dan kirinya disepanjang jalan. Orang-orang dengan jas hitam itu sudah pergi. Hilmi mengacungkan jempol ke gadis yang masih di dalam toko kelontong itu menandakan situasi sudah aman. Melihat tanda dari Hilmi gadis itu keluar dari toko dan melihat sekelilingnya untuk memastikan sekali lagi.
“Mereka sudah pergi” jelas Hilmi. “Apa mereka melakukan sesuatu yang buruk kepadamu?” Mendengar ucapan Hilmi gadis itu hanya diam dan tidak melepaskan wajah keheranannya. Beberapa detik kemudian akhirnya ia sadar apa yang harus dilakukan. “Ah… te… terima kasih banyak sudah menolongku” mendengar ucapan gadis itu Hilmi merasa sedikit lega dan akhirnya tersenyum. Melihat senyuman Hilmi entah kenapa wajah gadis itu memerah.
“Aku Hilmi, ini kedua kalinya aku melihatmu di dekat sini. Pertama saat kau salah mengambil barang di toko di pasar dan yang kedua kau sedang dikejar keja seperti ini.” Mendengar ucapan Hilmi wajah gadis itu semakin memerah. “Sepertinya selalu di saat kejadian memalukan hehe… Ah… Aku dikejar bukan karena mencuri atau semacamnya! Jangan salah paham” Gadis itu memalingkan wajahnya dari Hilmi.
“Eh… Hahaha…” Hilmi tertawa terbahak-bahak membuat gadis itu keheranan. “Aku bahkan memikirkan bahwa merekalah yang berbuat jahat padamu, jadi tidak usah khawatir, aku sama sekali tidak berpikir begitu.” Jelas Hilmi. “Jadi, namamu?” Hilmi akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
“Namaku… Diana” Gadis itu entah kenapa terlihat ragu menyebutkan namanya sendiri. “Jadi Diana, apa mereka sudah berbuat jahat kepadamu?” Tanya Hilmi. Diana menggeleng “Mereka hanya menjalankan tugas, aku juga tidak bias menyalahkan mereka” Diana tersenyum. Melihat senyum Diana, Hilmi serasa bernostalgia dengan kenangan lama. Ada sebersit kenangan yang terlintas, hanya sedikit tapi Hilmi melihat senyuman yang sama. Senyuman yang membuat pikiran dan hatinya tenang.
“Hey Diana, Apa kita pernah mengenal sebelumnya?” meski Hilmi ragu dengan pernyataan yang dilontarkannya, hatinya mendorongnya untuk mengatakannya. Mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulit Hilmi entah kenapa Diana mengerutkan dahinya namun ia mengembalikan raut wajahnya seketika menahan dan mengatur kata-kata yang akan terlontar dari mulutnya. Pandangan Hilmi berubah menjadi serius. “Kita pernah mengenalkan? Jauh dimasa lalu, iya kan? Kau ini sebenarnya siapa?” Hilmi akhirnya mempertegas pertanyaannya. Matanya melihat lekat ke mata Diana menunggu jawaban yang akan diutarakannya, menunggu apakah masa lalunya benar-benar akan terkuak denga jawaban yang akan keluar dari mulut gadis dihadapannya itu.

--------------------------------------------------------------------------------------- BERSAMBUNG

PEDOMAN PENILAIAN KURIKULUM 2013 UNTUK SEKOLAH DASAR


Pedoman Penilaiana Kurikulum 2013 diatur dalam
PEMENDIKBUD NO. 53 TAHUN 2015 TENTANG PENILAIAN

Download Permendikbud No. 53 Tahun 2015 Tentang Penilaian
Download Panduan Penilaian Untuk Sekolah Dasar

Semoga Bermanfaat ^_^

Let's Begin Again

Haloo semua...

Akhirnya saya bisa aktif lagi ngeblog
semoga kali ini bisa terus aktif ya...

Yang mau tau seputar drama korea dan anime terbaru bisa baca di blog ini.
Rencananya cerbung The Lost Memory akan saya lanjutkan walaupun chapternya mungkin akan sedikit lebih pendek.
Saya juga akan mempublikasikan beberapa cerpen.
Semoga kali ini ngeblognya langgeng hehe....

Meski mungkin pembaca blog ini masih sangat sedikit, semoga dikemudian hari akan ada banyak orang yang mau membaca blog ini. Dan doakan semoga pembuatan skripsi berjalan lancar serta bisa ikut wisuda tahun ini... Amiin

Salam

D_Tantri