CHAPTER
5
HER
ANSWER
Diana
menarik napas panjang dan menghembuskannya. Kemudian ia tersenyum kepada Hilmi
dan akhirnya membuka suaranya. “Ini pertama kalinya kita saling memberikan
nama.” jelas Diana. Hilmi menurunkan keseriusan wajahnya, ia menyadari dari
sekian banyak wanita, bagaimana ia bisa sangat yakin bahwa gadis didepannya
adalah gadis kecil yang ada di mimpinya. “Lagipula
itu hanya sebuah mimpi, wajah gadis kecil itu hanya bisa kulihat didalam mimpi
secara samar, bodohnya aku menanggapi ini dengan terlalu serius” pikir
Hilmi.
“Ah...
Maaf, aku pikir kau mirip dengan seorang gadis kecil yang pernah kulihat” tak
sengaja Hilmi mengutarakan hal itu hingga membuat Diana heran. “Hah? Gadis
kecil? Aku tidak punya adik, lagipula mengatakan wajahku mirip seperti seorang
anak kecil itu tidak sopan.” Nada suara Diana setengah marah, wajahnya
menandakan bahwa ia kesal dengan perkataan Hilmi.
“Eh, bukan maksudku –“ Hilmi berusaha
menjelaskan
“Haah... sudahlah” Diana
melihat jam tangannya dan ia terkejut, “Maaf, sudah waktunya kembali, Hilmi,
terima kasih banyak sudah menolongku” Diana tersenyum sambil berlari menjauh.
Hilmi hanya bisa melihat rambut panjang lurus Diana yang mengayun sembari ia
berjalan menjauh.
***
Diana berlari cukup jauh,
merasa ia sudah jauh dari jarak pandang Hilmi, sekarang ia hanya berjalan biasa
di trotoar mengikuti kecepatan pejalan kaki yang lainnya. Diana menurunkan
kecepatannya dan menghela napas panjang,. “Kita
memang baru pertama kali saling berkenalan, jadi aku tidak berbohong” pikirnya.
Tanpa sadar Diana tersenyum, “Senangnya
bisa bertemu”. “Tapi masih belum saatnya, sepertinya segel ingatannya sudah
tidak akan bertahan lama” Diana bergumam sendiri sambil berjalan.
Tenggelam dalam pikirannya,
Diana tidak sadar tiga orang pria yang mngejarnya tadi sudah ada di depannya
dan tiga orang lagi berdiri di belakannya.”Ahh... aku tertangkap” ia mengeluh
setengah berteriak.
“Nona, ayo sudahi saja
kejar-kejarannya dan ikut kami kembali ke rumah!” bujuk pria yang tinggi dan
berkumis.
“Oke, tapi sebelum pulang ayo
kita makan Ice Cream! Aku akan traktir kalian karena sudah bekerja dengan baik
hari ini” Diana tersenyum ramah, senyumannya membuat mereka tidak bisa menolak
dan mereka masuk ke kafe untuk menikmati es krim.
================================================================
BERSAMBUNG
Chapter lima agak lebih sesikit dari yang lain karena ini jadi antiklimaks dari cahpter sebelumnya, Enjoy the story.... ^_^ oh iya, Chapter 6 akan rilis di hari Minggu 14 Februari 2016.
Aku pingin banget membuat karakter yang kuat dari Hilmi dan Diana tapi belum tau deh hasilnya. Ikuti terus ya....
Salam Penulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar