CHAPTER 7
NEW CLASSMATE
Hari itu
sepanjang perjalanan pulang Hilmi terus memikirkan pertemuannya dengan Diana
hingga ia tiba di depan gerbang rumahnya. “Kau tau ini demi kebaikanmu! Suatu
saat ia akan mengetahui segalanya, takdir apa yang seharusnya di milikinya,
kalau terus begini, kau hanya membuatnya dalam bahaya!” Langkah Hilmi terhenti,
ia melihat laki-laki didepan pintu rumahnya bersama kakaknya. Laki-laki itu
berbicara penuh dengan kekesalan seakan menimpahkan semua kesalahan pada
kakaknya namun kakaknya hanya berpaling, tertunduk dan tidak mampu melihat
wajah lelaki itu. Alisnya mengerut menahan agar air matanya tidak sampai
menetes.
Hilmi
berlari menghampiri keduanya. “Kakak, kau baik-baik saja?” Kakaknya menoleh dan
terkejut melihat Hilmi. Laki-laki itupun menoleh ke arah Hilmi. “Kita sambung
pembicaraan ini nanti. Untuk sekarang aku akan kembali.” Laki-laki itu melihat
wajah kakak Hilmi kemudian berbalik dan pergi.
***
Kajadian
kemarin masih membuat Hilmi bertanya-tanya. Namun kemarin ia tidak bisa
menanyakan apapun mengenai laki-laki itu karena kakaknya langsung masuk ke
kamar dan mengunci pintu. Pagi ini pun kakaknya bahkan sudah berangkat kerja
sebelum Hilmi bangun. Sarapan sudah tersedia di atas meja makan beserta memo
yang ditinggalkan kakaknya
Habiskan sarapanmu
sebelum berangkat, aku ada pekerjaan mendadak malam ini mungkin tidak bisa
pulang ke rumah.
“Ini
pertama kalinya kakak tidak pulang ke rumah karena pekerjaan” gumam Hilmi.
Tanpa pikir panjang ia menghabiskan makanannya, mengunci pintu dan berangkat ke
sekolah.
***
Hilmi
berjalan di lorong sekolah, ia tiba lima menit sebelum bel berbunyi. Ia
tersentak ketika seseorang tiba-tiba merangkulkan tangannya ke pundaknya.
“Pagi...” Wajah itu cemerlang seperti biasanya, senyum lebarnya setiap pagi
selalu menambah semangat Hilmi di pagi hari. Hilmi membalas sapaan salman
dengan senyum.
“Oo....
Sepertinya ada seseorang yang sedang bahagia? Apa ada kabar bagus?” Salman
menggoda Hilmi.
“Mau
dengar?” tanya Hilmi. Mendengar ucapan Hilmi, Salman jadi semakin penasaran dan
ia pun menganggukkan kepalanya tanpa ragu lalu tersenyum lebar. Pagi itu Hilmi
menceritakan pertemuannya dengan Diana. “Jadi, kau dapat alamatnya? Nomor
telponnya?” tanya Salman. Hilmi terdiam sambil mengusap-ngusap kepalanya.
“Jangan-jangan cuma tahu namanya saja?” tegas Salman.
“Kita baru
saja bertemu mana bisa –“ perkataan Hilmi terpotong ketika mendengar bel
berbunyi. Pak Wahyu wali kelas mereka masuk ke kelas dan ketua kelas
menyiapkan. Selesai menjawab salam siswa-siswanya, Pak Wahyu memberikan
pengumuman.
“Anak-anak,
hari ini kita kedatangan siswi baru. Silahkan masuk!” Seorang anak perempuan
berambut hitam panjang masuk. Alis mata Salman terangkat seketika ketika
melihat gadis yang berjalan masuk tersebut.
“Hey,
bukankah dia orangnya?” tanya Salman sambil berbisik kepada Hilmi. Hilmi hanya
mengangguk, wajah keterkejutannya dapat dilihat dengan jelas oleh Salman.
“Silahkan perkenalkan diri!” Ucap Pak Wahyu.
“Aku Diana
Yulia Widianto, panggil saja Diana. Salam kenal” Diana mengakhiri perkenalannya
dengan senyum.
“Diana
tinggal di Amerika selama empat tahun. Dan tahun ini ia baru kembali dari
Amerika. Semuanya, bertemanbaiklah dengan Diana!” Pak Wahyu tersenyum kepada
seluruh siswanya. “Diana, kau bisa duduk di kursi kosong di belakang.” Ujar Pak
Wahyu.
Diana
berjalan menuju kursi kosong di belakang, masih ada satu kursi di belakang
Diana. Di sana seorang laki-laki memperhatikannya sampai ia tiba di kursinya.
Salman tesenyum sambil menopang dagunya dengan tangan kirinya. “Salman, salam
kenal” Salman menyodorkan tangan kanannya untuk berjabat tangan. Diana pun
menanggapi Salman dengan menjabat tangannya dan tersenyum. Di pojok belakang,
Diana melihat Hilmi yang sedang memperhatikannya. Tanpa berkata apapun Diana
segera berbalik dan duduk di kursinya.
Saat istirahat siang Diana sudah dikerubungi
oleh teman-teman sekelasnya. Pada akhirnya, hari itu ia sama sekali tidak
memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Diana.=================================================================================
BERSAMBUNG
Maaf telat update, harusnya kemarin tapi ga sempat hehe....
Chapter 8 nanti akan sedikit menguak masa lalu ditunggu ya....
Untuk Update selanjutnya mungkin akan terlambat beberapa hari
Ada deadline cerpen yang mau dikirim untuk lombanya Asma Nadia. berhubung batas pengumpulan akhirnya tanggal 26 Februari dan cerpennya masih dalam proses jadi aku mau fokus untuk menyelesaikan cerpen.
Mohon do'anya supaya cerpennya sukses ya... ^_^
Salam Hangat
D_Tantri